Murifa-Cell adalah sebuah usaha yang bergerak di bidang pengisian pulsa ALL OPERATOR yang bertujuan untuk memudahkan konsumen dalam mendapatkan dan menggunakan pulsa secara murah dah cepat. Dengan demikian konsumen tidak harus pergi keluar untuk membeli pulsa. Cukup sms menggunakan hp sendiri seketika akan terisi pulsa. Penasaran klik disini
Selamat Datang Di Murifa-Cell.Blog's
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan

3 Sep 2012

Mengatasi Tumit Pecah-Pecah


Pertama-tama yang perlu dicek adalah apakah permasalahan tersebut timbul dari sekedar kulit kering saja. Kondisi kulit kering pada kaki bisa disebabkan oleh kebiasaan memakai sandal terbuka sehingga kulit terekspos udara dan sinar matahari, atau memang udara yang panas.

Kekeringan kulit juga bisa disebabkan oleh kondisi medis seperti penyakit diabetes yang menjadikan kulit cenderung kering atau kondisi medis kulit seperti psoriasis. Hal ini bisa dicek dengan dokter ahli kulit.
Tapi sebelum berkonsultasi dengan dokter kulit, bisa mencoba beberapa langkah di bawah ini.
1. Buang bagian kulit kering yang sudah tidak sehat lagi. Sebelum tidur, coba rendam kaki di air hangat selama 15 – 20 menit. Kemudian lakukan eksfoliasi atau pengelupasan menggunakan scrub untuk mengangkat sel kulit mati dan kering pada area kaki. Hati-hati pada bagian yang sudah luka, apalagi berdarah. Lebih baik menghindari bagian tersebut.

2. Scrub untuk kaki bisa dengan mudah didapatkan di bagian perawatan kulit di supermarket. Tetapi, untuk mengangkat kulit mati bisa juga menggunakan batu apung yang dikenal sebagai alat ampuh untuk melakukan tugas tersebut. Gosokkan pelan-pelan saja, ya. Jangan khawatir, kulit mati akan tetap terangkat meski gosokannya pelan.

Ramuan lainnya yang saya suka adalah campuran gula pasir yang bisa dibuat dengan mudah. Karena kulit kamu masih sensitif, campurkan ½-1 sendok minyak zaitun dan 2 sendok gula pasir (pilih gula kasar dan bukan gula pasir halus). Apabila kondisi kulit sudah membaik, bisa mencoba campuran lemon dan gula pasir sebagai scrub, karena lemon diketahui sebagai kandungan yang baik untuk membantu eksfoliasi kulit. Resep ramuannya bisa dilihat di artikel berikut: http://fashionesedaily.com/blog/2011/08/16/home-made-coffee-lemon-scrub/.

3. Selalu gunakan pelembab untuk kaki setelah mandi dan sedikitnya dua kali sekali. Untuk malam hari, lebih baik menggunakan pelembab yang lebih pekat sehingga memberikan kelembapan lebih. Pelembab yang lebih pekat teksturnya biasanya akan menyebabkan kaki kita mudah berkeringat karena pada malam hari kita tidur dan tidak beraktivitas, jadi ini adalah saat yang paling tepat.

Saya sarankan untuk menggunakan minyak zaitun, body butter, atau pada saat yang sedang kering seperti saat sekarang ini bisa menggunakan petroleum jelly. Aplikasikan sebelum tidur dan gunakan kaus kaki pada saat tidur untuk menjaga kelembaban tetap ‘terjebak’ di dalam area kaki. Biasanya, kaki kita akan langsung terasa lembut di saat kita bangun di pagi hari.
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!

15 Mar 2012

10 Tips Hidup Sehat

Hidup yang multikompleks dewasa ini membuat kita bisa terlanda “penyakit” aneh yang sulit diatasi, baik oleh kekebalan tubuh sendiri maupun obat-obatan. Banyak orang yang saya temui mengatakan ingin sekali hidup selalu sehat tanpa harus terikat dengan obat-obatan, tetapi kenapa selalu saja terkena sakit, jadi ya terpaksa minum obat lagi minum obat lagi. Lalu bagaimana kiatnya agar kita tetap sehat tanpa harus sering berobat?
Sudah bukan rahasia lagi bahwa tubuh kita mempunyai sistem kekebalan yang mampu melindungi badan dari serangan penyakit. Itu kalau sistemnya bekerja! Kadang-kadang suka ngadat. Kalau sudah begitu, ya apa boleh buat! Kita terpaksa berobat. Namun, niscaya juga tidak ada salahnya, mencoba berbagai kiat hidup mencegah penyakit tanpa tergantung pada obat-obatan. Di mana-mana, yang dapat dipakai untuk itu: mencegah sebelum terjadi itu lebih baik daripada mengobati yang sudah telanjur marak.
Berikut 10 tipsnya:

1. Kenali diri Anda, baik fisik maupun kejiwaan
Ini agak filosofis, memang, tetapi sebenarnya justru di sini letak kunci segalanya. Dengan mengenali diri sendiri, kita dapat mengetahui kelemahan fisik tubuh kita, lalu dapat memutuskan apa yang baik dan boleh dilakukan bagi tubuh, dan apa yang tidak.
Misal orang yang darah tinggi, jangan banyak makan yang memicu tekanan darah naik. Begitu juga orang yang mudah marah dan sukar mengendalikan diri karena tidak mengenal kekurangan dirinya sendiri. Setelah mengenal kelemahannya, dan mau memperbaiki kebiasaannya yang merugikan, lama-lama ia mahir menjaga agar tidak mudah terpancing emosinya. Itu berkat ia berusaha mengenal dirinya sendiri juga.

2. Tidak terburu-buru merasa sakit dan minum obat
Hanya karena bersin, batuk, atau agak demam, orang telah memutuskan untuk minum obat atau datang ke dokter. Padahal acap kali setelah dibiarkan tiga hari, gejala sakit itu hilang sendiri. Tubuh memang mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan sendiri. Hanya dengan beristirahat cukup, gejala sakit itu sudah hilang sendiri. Gejala pusing kadang bahkan dapat hilang hanya karena menghirup udara segar di taman yang tidak tercemar udara knalpot.
Gejala batuk dan bersin memang merupakan tanda serius juga, bahwa tubuh sedang berusaha mengeluarkan kuman penyakit dari saluran pernapasan. Demam berkeringat merupakan tanda tubuh sedang melawan serangan kuman. Kalau gejala itu berlangsung selama tiga hari, karena beratnya serangan, ya apa boleh buat, kita ke dokter untuk konsultasi medis.

3. Mengusahakan variasi makanan sehari-hari
Melakukan variasi santapan, berangkat dari asumsi bahwa ada bahan makanan tertentu yang lebih bermanfaat daripada jenis makanan biasa sehari-hari. Kalau ini kita pakai sebagai selingan bagi jenis makanan sehari-hari, maka kedua kelompok bahan itu dapat saling melengkapi. Bila kita terbiasa makan daging ayam dan sapi, sebaiknya mengubah kebiasaan itu, dan sekali-sekali makan ikan segar, tempe, dan tahu sebagai selingan.
Kalau hari demi hari kita makan sayur mayur hijau, karena beranggapan bahwa yang serba hijau itu pasti bagus, sesekali perlu variasi menyantap sayuran dan buah-buahan tidak hijau, seperti tomat, wortel, jagung muda, paprika merah (sebagai sayur), pisang, mangga, apel, jeruk (sebagai pencuci mulut).

4. Menyesuaikan konsumsi dengan tingkatan umur
Jumlah zat gizi yang diperlukan tubuh berbeda-beda bergantung pada umur, jenis kegiatan, dan kondisi tubuh (dalam keadaan sakit atau sehat). Pada anak-anak dan remaja yang sedang giat-giatnya tumbuh, kelima unsur dalam makanan (karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, serta air) sangat diperlukan, sehingga tidak perlu dibatasi. Sebaliknya, pada orang dewasa dan lanjut usia, pembatasan itu mutlak perlu. Karbohidrat dan lemak sebagai penghasil energi harus dikurangi jumlahnya, mengingat kegiatan fisik mereka sudah menurun.
Cara mengurangi karbohidrat dan lemak ialah dengan mengurangi porsi nasi dan goreng-gorengan. Sebaliknya, vitamin dan mineral serta air justru harus dimakan dengan cukup. Zat-zat ini sangat perlu untuk memperlancar metabolisme dalam tubuh, dan meningkatkan daya tahannya. Hanya perlu diingat bahwa yang paling baik ialah memakai vitamin alamiah, seperti yang terkandung dalam buah dan sayuran segar. Sedangkan air yang diminum harus yang steril, aman dari kuman, seperti air mineral yang benar memenuhi syarat sebagai air mineral.
Boleh juga air biasa yang selalu sudah direbus lebih dulu. Lebih kurang 60% dari bobot badan kita berupa air atau cairan. Itu berarti kita harus minum air lebih banyak daripada unsur makanan yang lain. Orang yang sedang sakit dan terpaksa minum obat, malah harus minum air lebih banyak lagi. Penderita “penyakit” sulit buang air, bisa tertolong dari penderitaannya dengan setiap hari minum 2 - 3 gelas air putih sebelum pergi ke belakang.
Konsumsi protein pada orang dewasa dan lansia juga perlu dikurangi, meskipun tidak sebanyak pengurangan karbohidrat dan lemak. Cara mengurangi protein ini ialah dengan mengganti menu makanan sumber protein hewani dengan makanan sumber protein nabati, yang kadar proteinnya kurang atau hanya sedikit. Misalnya, kacang-kacangan, tahu, dan tempe.

4 Mar 2012

Olahraga di Pagi Hari Lebih Baik

Beberapa alasan yang masuk akal kenapa olah raga di pagi hari lebih baik dari pada sore atau malam hari adalah masalah suasana dan udara. Setiap bangun pagi yang diawali dengan tidur yang cukup, suasana hari belum terkontaminasi oleh aktifitas lain sehingga akan terasa ringan bila berolahraga di pagi hari. Selain itu udara di pagi hari juga masih sejuk dan belum banyak polusi yang bercampur dengan udara yang kita hirup.
Bandingkan dengan olah raga di sore atau malam hari. Rutinitas atau pekerjaan kantor kita bisa mempengaruhi olah raga kita di sore atau malam hari. Banyaknya pikiran atau aktifitas membuat olah raga di sore hari menjadi tidak konsisten. Kenapa tidak konsisten, bisa saja minggu ini Anda berolahraga karena di kantor pekerjaan selesai dan mendapat pujian dari atasan. Bisa jadi minggu depan atau jadwal olah raga Anda berikutnya tidak terlaksana karena pekerjaan yang belum selesai atau diomelin atasan karena pekerjaan gagal.
Bagaimana dengan olahraga siang hari? Tentunya banyak faktor yang bisa menggagalkan jam olahraga Anda seperti jam kerja, panas matahari, ngantuk, dsb.
Dua faktor itu secara logis bisa saya terima. Bagaimana dengan Anda? Berikut ini kutipan dari sumber mengenai Olahraga di Pagi Hari lebih baik.
1. Membantu orang lebih konsisten
Umumnya sedikit gangguan yang muncul di pagi hari sehingga kegiatan ini jarang mendapatkan halangan, dibandingkan jika seseorang berolahraga sore hari atau selepas pulang kerja. Selain itu umumnya orang sudah merasa lelah bekerja sehingga kecenderungan untuk absen berolahraga lebih besar.
2. Mendapatkan lebih banyak energi
Olahraga di pagi hari akan meningkatkan suasana hati (mood) dan energi selama berjam-jam setelahnya. Kondisi ini membantu orang lebih siap menghadapi tantangan kerja atau apa pun yang dihadapi di siang hari. Jika berolahraga di malam hari akan membuat suhu tubuh meningkat dan bisa mengganggu waktu tidur.
3. Membakar kalori lebih baik
Setelah berolahraga tubuh akan tetap membakar kalori pada tingkat yang lebih tinggi karena masih melakukan aktivitas fisik lainnya. Saat bekerja, tubuh akan menggunakan energi lebih efisien dan merampingkan massa otot.
4. Lebih sepi saat ke pusat kebugaran
Umumnya orang pergi ke pusat kebugaran saat sore atau malam hari sehingga akan lebih banyak orang yang kadang membuat seseorang harus mengantri untuk menggunakan alat olahraga. Tapi jika di pagi hari, maka tak perlu menunggu jika ingin menggunakan alat dan olahraga yang dilakuakn akan lebih efektif.