Murifa-Cell adalah sebuah usaha yang bergerak di bidang pengisian pulsa ALL OPERATOR yang bertujuan untuk memudahkan konsumen dalam mendapatkan dan menggunakan pulsa secara murah dah cepat. Dengan demikian konsumen tidak harus pergi keluar untuk membeli pulsa. Cukup sms menggunakan hp sendiri seketika akan terisi pulsa. Penasaran klik disini
Selamat Datang Di Murifa-Cell.Blog's
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

20 Okt 2012

Keutamaan Shaum Sunnah Arafah

Tanpa terasa sekarang kita sudah memasuki bulan Dzulhijjah yang di dalamnya terdapat banyak sekali keutamaan yang dapat kita manfaatkan untuk mendekatkan diri kita kepada Alloh Subhanahu wa Ta'ala.

Di antara amalan yang kita di anjurkan mengerjakannya di bulan Dzulhijjah ini yakni amalan shaum arafah yang mempunyai keutamaan jika kita mengerjakannya. Tentu saja amalan tersebut harus dilakukan dengan ikhlas dan benar sesuai dengan tuntunan Rosululloh Shalallohu 'alaihi wa Sallam.
Puasa arafah termasuk dari puasa-puasa sunnah dalam Islam yang mempunyai keutamaan yang besar. Dari Abu Qatadah Al-Anshari -radhiallahu anhu- dia berkata: “Dan beliau -alaihishshalatu wassalam- ditanya tentang puasa pada hari arafah, maka beliau menjawab, “Dia menghapuskan (dosa) setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim no. 1162)
Hadits ini jelas menunjukkan disunnahkannya berpuasa pada hari arafah, yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah. Sampai-sampai Asy-Syaikh Abdullah Al-Bassam berkata dalam Taudhih Al-Ahkam (3/210), “Puasa hari arafah adalah puasa sunnah yang paling utama berdasarkan ijma’ para ulama.”
Imam Ash-Shan’ani berkata dalam As-Subul, “Sebagian ulama ada yang mempertanyakan maksud dari dihapuskannya dosa yang belum terjadi, yaitu dosa yang akan terjadi di tahun yang akan datang. Dan hal ini dijawab bahwa yang dimaksudkan di sini adalah orang tersebut akan diberikan taufik untuk setahun yang akan datang agar dia tidak mengerjakan dosa, akan tetapi taufik ini dinamakan sebagai penghapusan dosa untuk menyesuaikannya dengan keutamaan setahun sebelumnya (berupa penghapusan dosa). Ataukah yang dimaksudkan di sini adalah jika dia terjatuh ke dalam dosa pada tahun yang akan datang, maka dia akan diberikan taufik oleh Allah untuk mengamalkan amalan yang bisa menghapuskan dosa tersebut.” Lihat Subul As-Salam (2/339) cet. Daar Al-Kutub Al-Arabi.
Hari Arafah memang salah satu hari istimewa, karena pada hari itu Allah membanggakan para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah di hadapan para malaikat-Nya. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,“Tidak ada satu hari yang lebih banyak Allah memerdekakan hamba dari neraka pada hari itu daripada hari Arafah. Dan sesungguhnya Allah mendekat, kemudian Dia membanggakan mereka (para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah) kepada para malaikat. Dia berfirman, 'Apa yang dikehendaki oleh mereka ini?'” (HR. Muslim, no. 1348; dan lainnya dari 'Aisyah). Oleh karena itulah, tidak aneh jika kaum muslimin yang tidak wukuf di Arafah disyariatkan berpuasa satu hari Arafah ini dengan janji keutamaan yang sangat besar.
Marilah kita renungkan hadits di bawah ini, yang menjelaskan keutamaan puasa Arafah, yang disyariatkan oleh Ar-Rahman Yang Memiliki sifat rahmat yang luas dan disampaikan oleh Nabi pembawa rahmat kepada seluruh alam.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Puasa satu hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Puasa hari 'Asyura' (tanggal 10 Muharram), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya.” (HR. Muslim, no 1162, dari Abu Qatadah).
Alangkah pemurahnya Allah Ta'ala. Puasa sehari menghapuskan dosa dua tahun! Kaum muslimin biasa berpuasa satu bulan penuh pada bulan Ramadhan, dan mereka sanggup melakukan. Maka, sesungguhnya berpuasa satu hari Arafah ini merupakan perkara yang mudah, bagi orang yang dimudahkan oleh Allah Ta'ala.

Barangsiapa membaca atau mendengar sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang mulia ini pastilah hatinya tergerak untuk mengamalkan puasa tersebut. Karena, setiap manusia pasti menyadari bahwa dia tidak dapat lepas dari dosa.

24 Sep 2012

MANFAAT MADU ASLI




Siapa tak kenal madu? Si manis yang memiliki segudang khasiat. Makanan yang baik bagi kesehatan ataupun kecantikan ini punya banyak sekali peminat. Madu yang dipercaya memiliki khasiat sebagai obat untuk menyembuhkan hanyalah madu asli, yaitu madu yang dikumpulkan dan diproses secara alami oleh lebah.

Dalam sesendok madu asli terkandung enzim-enzim hidup yang dapat memaksimalkan fungsi tubuh secara optimal. Selain itu, madu asli merupakan sumber gizi yang sangat lengkap. Terdapat beragam vitamin, protein, mineral, dan zat-zat lainnya yang baik untuk tubuh. Telah banyak penelitian dilakukan oleh para ahli untuk mengungkap manfaat dari madu asli ini.

Berikut ini adalah beberapa manfaat penting madu untuk kesehatan tubuh.

1. Meningkatkan stamina dan memulihkan kondisi tubuh yang kelelahan
Kandungan gula dalam madu ternyata dapat mengusir kelelahan dan meningkatkan stamina tubuh kita. Caranya, cukup dengan meminum ½ sendok makan madu yang dicampur dengan satu gelas air putih ditambah sedikit bubuk kayu manis.

2. Mengurangi risiko penyakit jantung
Madu terbukti dapat melancarkan pernapasan dan memperkuat detak jantung serta mengurangi risiko serangan jantung.

3. Mengobati kanker
Berdasarkan penelitian-penelitiah ilmiah mengenai kandungan dan khasiat madu, diketahui bahwa royal jelly serta vitamin C dan E sebagai antioksidan yang terkandung dalam madu dapat membantu mencegah penyakit kanker, sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif pengobatan kanker.

4. Meredakan sakit kepala
Jika Anda mengalami sakit kepala, jangan terburu-buru memakan obat-obatan kimia. Anda bisa mencoba cara alami dengan mengonsumsi madu yang dicampur dengan segelas jus jeruk.

5. Memperlambat penuaan
Jika Anda ingin tampak awet muda, madu juga bisa membantu Anda. Caranya cukup dengan membuat ramuan sederhana dari 4 sdm madu yang dicampur dengan teh dan 1 sendok kayu manis bubuk, kemudian direbus dengan 3 cangkir air. Ramuan ini Anda minum setiap hari.

6. Mengobati kemandulan
Manfaat madu memang tidak ada habisnya. Ternyata, madu juga dipercaya bisa mengobati kemandulan. Jika mengalami hal tersebut, tak ada salahnya Anda meminum 2 sdm madu secara teratur sebelum tidur.

7. Mengatasi bau napas tak sedap
Jangan sampai Anda mengalami penyakit yang satu ini. Oleh karena itu, Anda bisa mengonsumsi 1 sdt madu dan bubuk kayu manis, lalu campur dengan air panas. Minumlah di waktu pagi maka dapat membuat napas segar sehari penuh.

8. Mengobati flu
Sakit flu juga bisa diobati dengan madu. Cukup meminum 1 sdm madu dan ¼ sdt kayu manis bubuk setiap hari selama 3 hari. Sakit flu pasti akan segera berakhir.

9 Agu 2012

5 Amalan Rosululloh 10 Hari Terakhir Romadhon


“Adalah Rasulullah SAW jika telah masuk sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, beliau mengencangkan kainnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari-Muslim)
Hikmah di balik meningkatnya volume ibadah Nabi saw itu adalah karena sepuluh hari yang terakhir ini merupakan penutup bagi bulan Ramadhan, sedangkan amal perbuatan itu tergantung pada penutupannya atau akhirnya.

Berikut  ini adalah amal-amalan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW di sepuluh hari yang terakhir :

Pertama, menghidupkan malam.
Menghidupkan malan di sini mengandung kemungkinan bahwa beliau menghidupkan seluruh malamnya atau kemungkinan pula beliau menghidupkan sebagian besar darinya. Aisyah ra berkata:
“Tidak pernah aku melihat beliau (Nabi SAW) melakukan ibadah pada malam hari hingga pagi harinya dan berpuasa selama satu bulan penuh kecuali di bulan Ramadhan.” (HR. Muslim)

Kedua, Membangunkan keluarganya.
Amalan kedua ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW membangunkan keluarganya untuk mengerjakan shalat sunnah pada malam-malam sepuluh hari yang terakhir.
Padahal, hal demikian tidak beliau lakukan di malam-malam yang lain.
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib: ia berkata: “Rasulullah SAW membangunkan keluarganya di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Turmudzi)

Ketiga, “mengencangkan ikat pinggang”.
Maksudnya, beliau menjauhkan diri dari menggauli istri-istrinya.
Diriwayatkan bahwa beliau tidak kembali ke tempat tidurnya sampai rampungnya bulan Ramadhan.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas disebutkan bahwa beliau melipat ranjangnya dan menjauhkan diri dari menggauli istri.
Namun, jika diri Anda sedang ‘bergejolak’ tentunya lebih baik Anda menunaikan ‘hajat’ terlebih dahulu, barulah Anda kembali fokus dalam menghidupkan malam-malam di sepuluh hari yang terakhir ini.

Keempat, mandi antara Maghrib dan Isya.
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Aisyah, ia berkata:
“Di bulan Ramadhan, Rasulullah biasanya tidur dan bangun malam, namun jika telah masuk sepuluh hari terakhir, beliau mengencangkan ikat pinggang, menjauhi istri-istrinya, dan mandi di waktu antara Magrib dan Isya.”
Hikmah yang bisa dipetik dari amalan ini adaah untuk menghadirkan kesegaran dan kebugaran pada tubuh sehingga kuat dalam memburu malam demi malam untuk meraih malam yang lebih baik dari seribu malam, Lailatul Qadar.
Amalan kelima bisa dilakukan, kecuali oleh Anda yang memiliki rekam jejak penyakit tulang dan persendian seperti encok, rematik, dan sebagainya.

Kelima, Iktikaf.
Aisyah berkata:
“Nabi SAW melakukan iktikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sampai beliau meninggal. Kemudian, istri-istrinya yang melakukan iktikaf sepeninggal beliau.” (HR. Bukhari-Muslim)
Tujuan nabi melakukan iktikaf pada sepuluh hari terakhir ialah untuk menghentikan berbagai rutinitas kesibukannya, mengosongkan pikiran, mengasingkan diri demi bermunajat kepada Allah, berdzikir dan berdoa kepada-Nya.
Semoga Allah swt memberi kita kemampuan untuk kita bisa melakukan 5 amalan yang telah dilakukan oleh Nabi SAW dalam mengisi sepuluh hari yang terakhir di bulan suci ini.
Wallahu A`alam bis Shawaab.

Semoga bermanfa'at..!

13 Jun 2012

Empat Model Pola Asuh / Parenting


Sebenarnya saya ingin dari dulu memposting tulisan ini tapi baru kesampaian sekarang. ini juga disela-sela kesibukan pekerjaan yang tak kunjung selesai karena data banyak yang kurang. Semoga walau hanya sedikit tulisan ini  bermanfaat, amin! 

Dalam psikologi terdapat teori induk yang sering dijadikan referensi untuk pola asuh. Salah satunya adalah teori yang dikembangkan oleh Diana Baumrind (1971). Seperti yang bisa kita baca di bawah ini, metode dan motif yang kita gunakan untuk mendekati si anak sangat menentukan dalam menciptakan perbedaan akan pola asuh yang kita lakukan selama ini termasuk otoritatif, otoritarian, permisif atau pengabaian.

Empat Gaya Parenting
1.      Authoritatif (Memandirikan)
Orang tua yang otoritatif memeberikan arahan yang kuat pada seluruh aktifitas anak, namun tetap memberikan wilayah yang bebas ditentukan si anak. Mekanisme kontrol  yang di pakai tidak kaku, tidak mengancam dengan hukuman, dan menghilangkan batasan-batasan yang tidak terlalu penting. Pola asuh gaya ini dipandang sebagai yang terbaik dari yang lain.

2.      Authoritarian (Menguasai)
Orang yang otoritarian berusaha membentuk anak, mengontrol seluruh aktivitas anak berdasarkan nilai tradisional yang berlaku dalam keluarga, dan memberikan standar perilaku yang baku. Orang tua memegang kepalanya sekaligus kakinya. Orang tua lebih sering memberikan tekanan, kewajiban, dan memberikan ancaman. Orang tua melihat anaknya adalah makhluk yang ia miliki sepenuhnya dan ingin dibentuk sesuai dengan keinginannya. Pola asuh seperti ini kerap menimbulkan ketegangan.

3.      Permisive (Membolehkan)
Orang tua yang permisif cenderung mencari aman, menghindari hal-hal yang sulit, menerima atau mengikuti apa kemauan si anak secara utuh. Orang tua permisif memperbolehkan apa yang diinginkan anak. Anak diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mengontrol tindakannya. Posisi orangtua disini sebagai penegas saja atas apa yang dikonsultasikan anak kepadanya. Pola asuh  seperti ini kerap kebablasan.

4.      Neglectful (Mengabaikan)
Orang tua yang neglectful di sini derajatnya lebih dari permisif. Kalau dipermisif masih ada keterlibatan interaksi, tetapi untuk yang neglectful ini, orang tua sama sekali tidak terlibat kecuali sebatas memberikan kebutuhan fisik lahiriah kepada si anak, seperti makan, minum, pakaian atau obat obatan. Gaya neglectful ini sangat mudah diterapkan oleh orang tua yang bercerai atau yang sudah tidak harmonis lagi. Si ayah atau si ibu hanya berpatokan pada bukti transfer uang atau kirim wesel ke sebuah panti, ke kakek neneknya, atau  ke sekolah berasrama lainnya.

Diambil dari buku Cerdas Mengasuh Anak seri Smart Parenting

11 Jun 2012

Dahsyatnya Puasa Senin dan Kamis

Diantara puasa sunnah yg dianjurkan Rasulullah SAW. adalah puasa senin kamis. Jika dihubungkan dgn waktu, puasa senin kamis adalah puasa yg terdapat disetiap pekan. Ada dua hadist yg menegaskan:
Pertama: hadist dari Abu Hurairah ra. yang meriwayatkan bahwa Nabi SAW. paling sering berpuasa senin kamis, ketika hal itu ditanyakan kepadanya, beliau menjawab; '' Seluruh amal dibentangkan pada hari senin dan kamis.Ketika itulah Allah mengampuni setiap muslim kecuali yg melakukan dosa secara terang terangan. Allah berkata, ''Tidaklah untuknya''. {HR.Ahmad dgn sanad sahih}.
Kedua: Hadist dari Abi Qatadah al-Anshariy ra, bahwa: ''Rasulullah SAW. pernah ditanya tentang puasa pada hari Arafah, Beliau menjawab: Puasa itu menghabus dosa tahun yg lalu dan tahun yg akan datang. Dan Beliau ditanya tentang puasa Asyura, Beliau menjawab: Puasa itu menghabus dosa tahun yg lalu. Beliau ditanya lagi tentang puasa senin kamis, lalu Beliau menjawab: Pada hari itu adalah hari dimana aku dilahirkan, aku dijadikan seorang utusan {Rasul}, dan pada hari itu juga aku menerima wahyu''.{HR.Muslim}.
Adapun hikmah didalam nya dalam hadist Nabi yg berbunyi: ''Disurga ada pintu bernama rayyan. Hanya orang orang yg berpuasa saja yg dapat masuk pintu itu, selain orang yg berpuasa tidak ada yg dpt memasukinya.{HR.Bukhari, Muslim}.
''Puasa adalah benteng yg membentengi seseorang dari api neraka yg membara''.{HR.Ahmad dan Baihaqi}.
''Segala sesuatu itu ada zakatnya, sedang zakat jiwa itu adalah berpuasa. Dan puasa itu separo kesabaran''.{HR.Ibn Majah}.
Dengan membiasakan puasa senin kamis bisa menjadikan seorang hamba semakin dekat dgn Sang Kholiq, dan merupakan ikatan janji seorang muslim kepada Allah SWT. dimana ketaatan pada-NYA akan terus berlangsung , tidak hanya pada bulan Ramadhan saja.
Lalu, apakah keutamaan puasa yang berkelanjutan seperti puasa Senin Kamis ini ?
Keutamaan yang pertama ialah karena puasa Senin Kamis melatih kita secara teratur untuk menghindarkan diri dari pekerjaan dosa. Kalau ada latihan efektif untuk ‘anger management’ atau latihan kesabaran, maka itulah puasa. Karena itu, cocoklah jika dikatakan bahwa puasa adalah zakat jiwa, dimana pada saat puasa, kita membuang perangai buruk. Sehingga sesudah puasa, emosi dan spiritual kita menjadi lebih bersih.
Dengan menghilangnya perangai buruk kita, minimal seminggu dua kali, maka bisa juga dikatakan bahwa ”Puasa adalah benteng yg membentengi seseorang dari api neraka yg membara”.{HR.Ahmad dan Baihaqi}.
Keutamaan yang kedua ialah karena puasa Senin Kamis bisa meningkatkan amalan kita. Biasanya, seseorang yang kekenyangan dan keenakan cenderung malas beribadah. Puasa menjadikan kita lebih produktif dalam beribadah karena selain kita tidak lagi dalam posisi keenakan, orang yang berpuasa juga cenderung ingin beribadah ekstra.  Disamping itu, puasa bisa melembutkan hati. Ini karena dengan puasa, kita cenderung lebih berempati dengan orang-orang yang lebih tidak beruntung dibanding kita. Karena itu, puasa bisa menjadikan kita lebih dekat dengan Allah dan lebih bertakwa.
Tidaklah salah kalau dalam Quran disebutkan bahwa puasa diperintahkan pada kita dan orang2 sebelum kita supaya kita menjadi orang yang bertakwa (Al Baqarah 183).
Selain dari keuntungan dari segi emosional spiritual seperti yang dijelaskan diatas, puasa juga memiliki keutamaan dari segi kesehatan. Sudah bukan rahasia lagi bahwa saat ini sudah ada banyak riset yang menyimpulkan bahwa puasa yang teratur itu baik untuk kesehatan.
Manfaat kesehatan dari puasa yang paling populer adalah puasa bisa dibilang sebagai cara ampuh untuk membatasi kalori yang masuk ke tubuh kita. Dalam Islam dan bidang kedokteran, dianjurkan untuk tidak makan berlebihan, karena makanan yang berlebih dan tidak sehat bisa menimbulkan penyakit. Lihat saja masyarakat di negara makmur yang mana makanan berlimpah. Selain tingkat obesitas tinggi, masyarakat negara-negara tersebut banyak yang mengidap diabetes dan jantung yang notabene sering dijuluki sebagai penyakit orang kaya.  Dengan puasa Senin Kamis, paling tidak, dalam dua kali seminggu, kita membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita.
Manfaat lain dari puasa ditinjau dari segi kesehatan yang juga banyak dipopulerkan adalah fungsi pembersihan dan penyembuhan. Dengan istirahatnya sistem pencernaan kita selama puasa, maka memungkinkan sistem2 lain di tubuh kita untuk bekerja dengan lebih baik, misalnya sistem imunitas. Inilah sebabnya mengapa orang yang sakit atau binatang yang terluka suka menolak makan. Andaikata kita tidak sedang sakit pun, polisi imunitas bekerja keras saat kita puasa. Jika polisi-polisi ini mendeteksi hal-hal yang kira-kira nanti bisa membuat kita sakit atau hal-hal abnormal, seperti tumbuhnya kista atau tumor, maka pada hari kita puasa, mereka bisa memberantasnya. 
Masih banyak lagi manfaat kesehatan dari puasa, misalnya puasa bisa  menghindari atau mengurangi diabetes dan penyakit vascular seperti jantung. Yang jelas, kala Sang Pencipta kita mewajibkan kita puasa minimum setahun sekali selama Ramadhan, Dia tahu bahwa puasa itu baik bagi kita. Bayangkan dahsyatnya puasa kala kita bisa merutinkannya seminggu dua kali seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah.
Semoga kita bisa meneladani apa yg diperbuat dan di syariatkan Nabi SAW. agar dapat menggapai hikmah-hikmahnya hingga kehidupan akan jauh lebih bermakna. Semoga bermanfaat....Amin.....!

diambil dari;http://candradwiandika.blogspot.com dan http://lp3i.tarbiyah.uin-malang.ac.id

28 Mar 2012

KIAT MENJAGA LISAN

Tiada satu patah katapun yang kita ucapkan luput dari pendengaran Allah. Tiada satu patah katapun yang diucapkan kecuali pasti memakan waktu. Tiada satu patah katapun yang kita ucapkan kecuali dengan sangat pasti harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Maka, sebaik-baik dan seberuntung-beruntungnya manusia adalah orang yang sangat mampu memperhitungkan dan memperhatikan setiap kata yang diucapkannya. Sungguh, alangkah sangat beruntungnya orang yang menahan setiap kata-kata yang diucapkannya, alangkah sangat beruntungnya orang yang menahan diri dari kesia-siaan berkata dan menggantinya dengan berdzikir kepada Allah.

Berkata sia-sia membuang waktu sedangkan berpikir membuka pintu hikmah. Maka, alangkah beruntungnya orang yang kuasa menahan lisannya dan menggantinya dengan berdzikir. Berkata sia-sia mengundang bala, berdzikir kepada Allah mengundang rakhmat. Rasulullah SAW bersabda, "Setiap ucapan Bani Adam itu membahayakan dirinya (tidak memberi manfaat), kecuali kata-kata berupa amar ma'ruf dan nahi munkar serta berdzikir kepada Allah azza wa Jalla (HR. Turmudzi).

Setiap manusia diberi modal oleh Allah dalam mengarungi kehidupan ini. Modalnya adalah waktu, dan seberuntung-beruntungnya manusia adalah orang yang memanfaatkan waktunya untuk keuntungan dunia dan akhiratnya, sedangkan sebodoh-bodohnya manusia adalah orang yang menghambur-hamburkan modalnya (waktu) tanpa guna.

Setiap kali kita berbicara pasti menggunakan modal kita, yaitu waktu. Maka, sebenarnya kemuliaan dan kehormatan itu dapat dilihat dari apa yang diucapkannya. Allah SWT berfirman :
"Amat sangat beruntung, bahagia, sukses, orang yang khusu' dalam sholatnya, dan orang yang berjuang dengan sungguh-sungguh menahan diri dari perbuatan dan perkataan sia-sia." (QS Al Mu'minun 23: 1- 3), subhanallah.

Sahabat-sahabat sekalian, salah satu ciri martabat keislaman seseorang itu bisa dilihat dari bagaimana ia berjuang keras untuk menhindarkan dirinya dari kesia-siaan. Maka semakin kita larut dalam kesia-siaan maka, akan semakin tampak keburukan martabat keislaman kita dan semakin akrab dengan bala bencana, yang selanjutnya hati pun akan keras membatu dan akan lalai dari kebenaran. Rasulullah sendiri dengan tegas melarang kita banyak bicara yang sia-sia.
"Janganlah kamu sekalian memperbanyak bicara selain berdzikir kepada Allah, sesungguhnya memperbanyak perkataan tanpa dzikir kepada Allah akan mengeraskan hari, dan sejauh-jauh manusia adalah yang hatinya keras." (HR. Turmudji)

Kita lihat banyak orang berbicara tapi ternyata tidak mulia dengan kata-katanya. Banyak orang berkata tanpa bisa menjaga diri, padahal kata-kata yang terucapkan harus selalu dipertanggung-jawabkan, yang siapa tahu akan menyeretnya ke dalam kesulitan. Sebelum berkata, kita yang menawan kata-kata, tapi sesudah kata terucapkan kitalah yang ditawan kata-kata kita.
Rasulullah bersabda : " Barangsiapa memperbanyak perkataan, maka akan jatuh dirinya. Maka barangsiapa jatuh dirinya, maka akan banyak dosanya. Barangsiapa banyak dosanya, maka nerakalah tempatnya". (HR. Abu Hatim).

Dari Sahl bin Sa'ad as Saidi, dia berkata:
"Barang siapa menjamin bagiku apa yang ada diantara dua tulang rahangnya (lidah) dan yang ada diantara kedua kakinya (kemaluan), niscaya akan aku jamin surga baginya."(HR. Bukhari).

Dalam hadits lain Rasulullah bersabada;
"Barangsiap menjaga dari kejahatan qabqabnya, dzabdzabnya, dan laglagnya, niscaya ia akan terjaga dari kejahatan seluruhnya."(HR. Ad Dailami) Yang dimaksud qabqab adalah perut, Dzaabdzab adalah kemaluan, dan Laqlaq adalah lidah.

Maka tampaknya adalah menjadi wajib bagi siapapun yang ingin membersihkan hatinya, mengangkat derajatnya dalam pandangan Allah Ajjaa Wa Jallaa, ingin hidup lebih ringan terhindar dari bala bencana, untuk bersungguh-sungguh menjaga lisannya. Aktivitas berbicara bukanlah perkara panjang atau pendeknya, tapi berbicara adalah perkara yang harus dipertanggungjawabkan dihadapan-Nya.

Ada sebuah kisah, suatu waktu ada seseorang bertanya tentang suatu tempat yang ternyata tempat tersebut adalah tempat mangkal "wanita tuna susila". "Dimana sih tempat x ?" Lalu si orang yang ditanya menunjuk ke arah suatu tempat dan hanya dengan "Tuh !", lalu si penanya datang ke sana dan naudzubillah dia berbuat maksiat, di pulang, lalu dia sebarkan lagi kepada teman-temannya, lalu berbondong-bondong orang ke sana, berganti hari, minggu, dan tahun. Maka setiap ada orang yang bermaksiat di sana, orang yang menunjukkan itu memikul dosanya, padahal dia hanya berkata : "Tuh !", cuman tiga huruf. Setiap hari orang berzina di sana, maka pikul tuh dosanya, karena dia telah memberi jalan bagi orang lain untuk bermaksiat dengan menunjukkan tempatnya.

Jadi waspada, dengan lidah, menggerakkannya memang mudah, tidap perlu pakai tenaga besar, tidak perlu pakai biaya mahal, tapi bencana bisa datang kepada kita. Berbicara itu baik, tapi diam jauh lebih bermutu. Dan ada yang lebih hebat dari diam, yaitu BERKATA BENAR.
"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam !" (HR. Bukhari Muslim).